Lampu Kota di Simpang Seraya
Friday, January 9, 2009 2:44menerangi jalan ketika para waria mengais rizki
hingga para pedagang sayur berangkat dari rumah
lampu yang jadi saksi akan keengganan nasib untuk lebih baik
namun sayang, kenapa lampu kota ku selalu plin plan
ketika awal bulan, hampir semua berani menyala
dan ketika menjelang akhir bulan, lampu kotaku ciut nyali nya.
sepi, sendiri, usang, dan merasa tidak berguna
Ah kau lampu kota ku kenapa segan menyala ?.
Tidak kah kau tah, kalau kota ini pernah dapat adipura ?
lambang kebersihan serta keindahan
Ah kau lampu kota ku ?
tidak kah kau malu, pada rakyat yang telah membayar untuk kau
agar kau berani menerangi di malam hari
enggan rasanya kau menyala dititik persimpangan seraya
ketika jalur yang sama padatnya, dari bengkong, batu ampar, dan batam center
lebih tidak berani lagi kau memasuki sengkuang
disana hanya ada satu sorotlampu hijau sumbangan pabrik
yang disusul neon-neon dipasar sepatu seken
dan ketika sudah larut, neon-neon semakin redup, enggan
enggan karena kau sendiri pun takut, ciut, usang, dan ada di tiang gantungan palu.


kang ifin says:
January 9th, 2009 at 7:37 am
wew….ada bakat jg neh….:)
cenya95 says:
January 15th, 2009 at 5:03 am
Sebuah bukti keperdulian terhadap lingkungan.
Salam kenal
fiqhi says:
January 17th, 2009 at 1:12 am
ironis.. semoga orang pemerintah daerah ada yang baca postingan ini..
m.dede says:
January 19th, 2009 at 9:46 am